3 Kaum Masa Lalu Al-Fajr
Sudah barang tentu bahwa setiap surat, ayat bahkan
kalimat dan huruf dalam al-Qur’an memiliki porsi tertentu untuk memberikan
makna dan pesan kepada manusia, tidak berhenti sampai situ, al-Qur’an pun
terbuka dan sangat fleksibel ketika dimaknai oleh dua orang yang berbeda dan
memungkinkan terjadi perbedaan penafsiran. Itulah sisi kelebihan dari al-Qur’an
yang sering kali disebut dengan I’jaz Al-Qur’an.
Pembicaraan
tentang tiga kaum masa lalu dalam ayat 6 sampai 14 yaitu ‘Ad, Tsamud dan
Fir’aun, seharusnya dapat memunculkan beragam pertanyaan di benak kita, mengapa
terbatas hanya tiga kaum ini saja?, adakah pesan yang ingin Allah sampaikan
kepada hambanya melalui surat ini?.
Mari merenungi
sejenak dan berpikir mendalam, yuk bertadabbur...
Dalam surat-surat lain penyebutan kaum-kaum masa lalu
sering kali tidak terbatas hanya dengan tiga kaum sebagaimana surat al-Fajr,
seperti surat al-A’raf yang menceritakan di dalamnya kaum Nabi Nuh As, kaum
Nabi Hud As yaitu ‘Ad, kaum Nabi Shalih As yaitu Tsamud, disusul kaum Nabi Luth
As, Kaum Nabi Syu’aib As yaitu Madyan, kemudian Nabi Musa As yang diutus untuk
Fir’aun dan membina Bani Israil. Melalui perbandingan surat ini sebaiknya kita
memancing diri untuk merenungi, apakah rahasia I’jaz yang ada dibaliknya?.
Pertama
adalah kaum ‘Ad yang dalam surat ini dikabarkan memiliki ciri khas
bangunan-bangunan tinggi, perhatikan ayat berikut,
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ
رَبُّكَ بِعَادٍۖ ٦ اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ ٧ الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا
فِى الْبِلَادِۖ ٨
6) Tidakkah
engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad?.
7) (yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan
yang tinggi. 8) yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di
negeri-negeri lain.
Kedua adalah kaum Tsamud yang dikenal dengan
pengerajin batu, perhatikan ayat berikut ini,
وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ
جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ ٩
9) dan (terhadap) kaum samud yang memotong
batu-batu besar di lembah.
Ketiga adalah Fir’aun yang membawahi etnis
Qibthi di Mesir juga terkenal dengan piramidanya, perhatikan ayat di bawah ini,
وَفِرْعَوْنَ ذِى
الْاَوْتَادِۖ ١٠
10) dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai
pasak-pasak (bangunan yang besar).
Setelah memperhatikan ketiga kaum di atas, apakah teman-teman
sudah menyadari sesuatu?, dengan pertanyaan kita kali ini, apakah pesan dari
penyampaikan kaum masa lalu yang terbatas hanya ‘Ad, Tsamud dan Fir’aun?.
Jawabannya jalas, penyebutan ketiga kaum tersebut dalam surat ini karena ada
pengkhususan terhadap mereka, yaitu sebagai kaum yang memiliki kelebihan dalam
bidang arsitektur dan pembangunan, peradaban mereka yang megah
direpresentasikan dengan membangun bangunan yang megah.
Pembahasan lebih lanjut tentang tiga
kaum ini akan dibahas pada bagian ke #3......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar