Sabtu, 14 Desember 2019

I'jaz Surat Al-Fajr #2


3 Kaum Masa Lalu Al-Fajr

Sudah barang tentu bahwa setiap surat, ayat bahkan kalimat dan huruf dalam al-Qur’an memiliki porsi tertentu untuk memberikan makna dan pesan kepada manusia, tidak berhenti sampai situ, al-Qur’an pun terbuka dan sangat fleksibel ketika dimaknai oleh dua orang yang berbeda dan memungkinkan terjadi perbedaan penafsiran. Itulah sisi kelebihan dari al-Qur’an yang sering kali disebut dengan I’jaz Al-Qur’an.
 Pembicaraan tentang tiga kaum masa lalu dalam ayat 6 sampai 14 yaitu ‘Ad, Tsamud dan Fir’aun, seharusnya dapat memunculkan beragam pertanyaan di benak kita, mengapa terbatas hanya tiga kaum ini saja?, adakah pesan yang ingin Allah sampaikan kepada hambanya melalui surat ini?.
Mari merenungi sejenak dan berpikir mendalam, yuk bertadabbur...
Dalam surat-surat lain penyebutan kaum-kaum masa lalu sering kali tidak terbatas hanya dengan tiga kaum sebagaimana surat al-Fajr, seperti surat al-A’raf yang menceritakan di dalamnya kaum Nabi Nuh As, kaum Nabi Hud As yaitu ‘Ad, kaum Nabi Shalih As yaitu Tsamud, disusul kaum Nabi Luth As, Kaum Nabi Syu’aib As yaitu Madyan, kemudian Nabi Musa As yang diutus untuk Fir’aun dan membina Bani Israil. Melalui perbandingan surat ini sebaiknya kita memancing diri untuk merenungi, apakah rahasia I’jaz yang ada dibaliknya?.
            Pertama adalah kaum ‘Ad yang dalam surat ini dikabarkan memiliki ciri khas bangunan-bangunan tinggi, perhatikan ayat berikut,

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ ٦ اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ ٧ الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ ٨

6) Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad?. 7) (yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi. 8) yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain.
Kedua adalah kaum Tsamud yang dikenal dengan pengerajin batu, perhatikan ayat berikut ini,

وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ ٩

9) dan (terhadap) kaum samud yang memotong batu-batu besar di lembah.
Ketiga adalah Fir’aun yang membawahi etnis Qibthi di Mesir juga terkenal dengan piramidanya, perhatikan ayat di bawah ini,

وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِۖ ١٠

10) dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar).
Setelah memperhatikan ketiga kaum di atas, apakah teman-teman sudah menyadari sesuatu?, dengan pertanyaan kita kali ini, apakah pesan dari penyampaikan kaum masa lalu yang terbatas hanya ‘Ad, Tsamud dan Fir’aun?. Jawabannya jalas, penyebutan ketiga kaum tersebut dalam surat ini karena ada pengkhususan terhadap mereka, yaitu sebagai kaum yang memiliki kelebihan dalam bidang arsitektur dan pembangunan, peradaban mereka yang megah direpresentasikan dengan membangun bangunan yang megah.
            Pembahasan lebih lanjut tentang tiga kaum ini akan dibahas pada bagian ke #3......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar