اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ
رَبُّكَ بِعَادٍۖ ٦ اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ ٧ الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا
فِى الْبِلَادِۖ ٨
6) Tidakkah
engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad?.
7) (yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan
yang tinggi. 8) yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di
negeri-negeri lain.
Figure 1, Sketsa
denah Kota Iram, sumber: https://www.aramcoexpats.com/articles/the-legend-of-the-lost-city-of-iram/
Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adhim bisa menjadi kitab
tafsir yang recomended untuk melacak kisah kaum terdahulu, di dalamnya
banyak perbandingan pendapat untuk dijadikan pertimbangan, lebih lagi pendapat
tersebut selalu lengkap dengan riwayat yang dapat dilacak sumbernya.
Kaum
‘Ad adalah anak keturunan dari Sam bin Nuh As, kaum ini menempati sebuah kota
masalalu yang disebut juga dalam al-Qur’an, Iram, kota ini sekarang terletak
secara geografis di Yaman bagian selatan. Pada tahun 1932, para arkeolog sudah memulai usahanya untuk mencari kebenaran legenda Arab tentang kaum masalalu, salah satunya adalah ‘Ad.
Pada awal 1990, muncul siaran pers di
koran-koran terkenal di dunia yang menyatakan “Fabled Lost Arabian city found”, “Arabian city of Legend
found”, “The Atlantis of the Sands, Ubar. ("Kota Arab yang Hilang Telah Ditemukan",
"Kota Legenda Arab telah ditemukan", "Atlantis Padang Pasir,
Ubar"). Sesuatu yang membuat temuan arkeologis ini lebih menarik adalah
fakta bahwa kota ini juga disebut dalam Al-Qur'an. Banyak orang yang, sejak
itu, berpikir bahwa Kaum ‘Ad yang diceritakan dalam Al-Qur'an adalah legenda
atau bahwa lokasi mereka tidak pernah dapat ditemukan. Penemuan kota ini, yang
hanya disebutkan dalam cerita lisan orang Badui, membangkitkan minat dan
keingintahuan yang besar.
Adalah Nicholas Clapp, seorang arkeolog, yang
menemukan kota legendaris ini yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Menjadi seorang
Arabofil (Ing: Arabophile, Orang yang cenderung mempelajari orang Arab
atau tradisi Arab) dan menjadi pemenang dalam ajang pembuatan film
dokumenter, Clapp telah membuat sebuah buku yang sangat menarik selama
penelitiannya tentang sejarah Arab. Buku ini adalah Arabia Felix yang ditulis
oleh peneliti Inggris Bertram Thomas pada tahun 1932. Arabia Felix adalah
sebutan Romawi untuk bagian selatan Semenanjung Arab yang sekarang termasuk
Yaman dan sebagian besar Oman. Orang Yunani menyebut daerah ini "Eudaimon
Arabia" dan para sarjana Arab abad pertengahan menyebutnya "Al-Yaman
as-Saida".
Pembahasan lebih lanjut, kunjungi: http://www.islamicity.com/Science/quranandscience/destruction/GeneratedFilesNoFrame/ThePeopleof145AdandUbartheAtlantisoftheSands.htm
Al-Qur’an sendiri menyebutkan bahwa Kota Iram
memiliki banyak bangunan-bangunan tinggi, firman-Nya:
اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ
٧
“7) (yaitu)
penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi.”
karakteristik kaum ‘Ad ini juga dijelaskan
dalam surat lain, seperti firman-Nya dalam surat Asy-Syu’ara:
كَذَّبَتْ عَادُ ِۨالْمُرْسَلِيْنَ ۖ ٢٣
اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ هُوْدٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ ٢٤ اِنِّيْ لَكُمْ
رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ ٢٥ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ ٢٦ وَمَآ
اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ
الْعٰلَمِيْنَ ۗ ٢٧ اَتَبْنُوْنَ بِكُلِّ رِيْعٍ اٰيَةً تَعْبَثُوْنَ ۙ ٢٨
وَتَتَّخِذُوْنَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُوْنَۚ ٢٩
(123) (Kaum) ‘Ad telah mendustakan para rasul. (124) Ketika
saudara mereka Hud berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? (125) Sungguh,
aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, (126) karena itu bertakwalah kepada Allah dan
taatlah kepadaku. (127) Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu;
imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam. (128) Apakah kamu mendirikan
istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati, (129)
dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal?
dua surat pembahasan di atas
secara singkat menjelaskan bahwa Kaum ‘Ad adalah kaum yang memiliki ciri khas
membangun bangunan tinggi di tempat-tempat yang tinggi, seperti benteng dan
menara, akan tetapi bangunan ini tidak ditempati. Dengan kemegahan bangunan
yang mereka miliki tentu mempunyai nilai arsitektur yang tinggi, hingga tidak
heran al-Qur’an memuji mereka, firman-Nya:
الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ ٨
8) yang belum
pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain.
apakah dengan adanya ayat tersebut menunjukkan
bahwa model bangunan yang diinisiasi oleh orang ‘Ad adalah arsitektur bangunan
tinggi pertama pertama kali di dunia?.
Pembahasan tentang Kaum 'Ad dan Nabi Hud As akan dibahas pada bagian #4


Tidak ada komentar:
Posting Komentar